Sedikit Review Tentang Film Harry Potter and the Order of the Phoenix
Written on July 26, 2007 – 1:34 am | by chikastuff
Dari judulnya saja pasti tahu. Yap…ini resensi film Haryy Potter seri kelima. Sebagai salah satu fans ringan berat Harry Potter maka saya mencoba membuat review film ini.

![]()
Pertama-tama, film ini rencananya dirilis di
Indonesia pada tanggal 13 Juli 2007. Tetapi tampaknya dimajukan menjadi
tanggal 11 berhubung peredaran film asing di Indonesia biasanya dimulai
pada hari Rabu atau Sabtu. Sedangkan film Indonesia bebas. Saya yang
sudah berencana nonton bersama milis
Harry Potter Indonesia pada tanggal 15 Juli bersikeras untuk nonton
pada hari pertama film ini dirilis. Jadilah saya nonton di theater
tercinta, Djakarta Theatre.
Merasa belum puas, saya nonton kembali di Blitz Megaplex bersama anggota milis Indo-Harry Potter. Dan saya puaasss!!! Hohoho…

Adegan dimulai di suatu taman di mana Harry diganggu
oleh sepupunya, Dursley. Tiba-tiba munculah mahluk penjaga Azkaban,
penjara dunia sihir, yang berusaha untuk menyedot jiwa Harry dan
sepupunya. Seperti yang diketahui, hal itu digagalkan oleh Harry
sendiri dengan sihir patronus. Setelah itu hal-hal rumit datang
bertubi-tubi, mulai dari difitnahnya Harry sebagai The Boy Who Lived Lies, sampai-sampai ia diberi hukuman karena dianggap berbohong.

Karena ketatnya peraturan dari kementrian sihir yang
melarang murid-murid Hogwarts untuk belajar Defense Againts the Dark
Arts (Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam), kedua sahabat Harry, Ron dan
Hermione, mengajak Harry membentuk suatu grup untuk melatih kemampuan
sihir mereka, yaitu Dumbledore’s Army (D.A.). Kegiatan ini cukup
menyenangkan, sampai-sampai Harry… *tarik nafas* mencium Cho Chang!
Aarrrggghhhh…

Aaarrrggghhh!!!!! 
Kemudian pada saat ujian OWL (Ordinary Wizarding Level),
si kembar Fred and George bikin rusuh sampai akhirnya ujian tersebut
batal. Tetapi tiba-tiba Harry mendapat penglihatan. Ia merasa Sirius,
Godfather-nya Harry, terancam. Dengan nekad ia pergi menuju London
bersama Ron, Hermione, Neville, Ginny dan Luna. Ternyata apa yang
dilihat Harry dalam penglihatannya, semua itu hanya jebakan. Dan
terjadilah perang seru antara penyihir hitam dan penyihir putih (sebut
saja putih karena aura mereka berwarna putih
)
Seperti yang telah diketahui para pembaca novel,
Sirius Black mati oleh mantra laknat, Avadra Kedavra. Kemudian Harry
mengejar pembunuh Sirius, yaitu Bellatrix yang tak lain tak bukan
adalah sepupu Sirius. Dan terjadilah pertempuran antara Lord Voldemort
dan Albus Dumbledore.
Secara keseluruhan, film ini layak untuk ditonton,
terutama untuk penggemar Harry Potter seperti saya. Namun dari segi
cerita, bagi yang sudah membaca novel, kemungkinan akan kecewa karena
banyak adegan-adegan yang ditiadakan. Alur cerita cukup cepat, sehingga
tak terasa sudah sampai ke akhir cerita. Film ini cocok untuk ditonton
bersama keluarga, teman-teman atau bahkan pacar. Tapi adegan ciumannya itu kayaknya mesti dihapuskan deh huehehehehe
Dan entah kenapa gadis yang satu ini begitu menarik
perhatian di setiap kemunculannya. Bahkan teman saya yang bergender
pria, tertarik dengan gadis ini karena berakting begitu natural dan
lucu! Salut buat Evanna Lynch yang berhasil menyisihkan 15000 peserta
audisi dalam memperebutkan peran Luna Lovegood. Good Job!

Untuk semua para kru film Harry Potter dan para
pemain-pemainnya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
karena bisa merealisasikan film ini dengan cukup baik. Saya beri untuk film ini
tentu saja karena saya adalah penggemar Harry Potter hohoho… Well done!!
Pokoknya ini film keren dah! 

Premier film Harry Potter and the Order of the Phoenix di Inggris
Kiri-kanan: Rupert Grint - Daniel Radcliffe - Emma Watson
.
.
.
.
Dan ini foto saya dengan mantan saya

So sweeet!!!
Note:
Gambar diambil dari sini.

