Sedikit Review Tentang Film Harry Potter and the Order of the Phoenix


Written on July 26, 2007 – 1:34 am | by chikastuff

Dari judulnya saja pasti tahu. Yap…ini resensi film Haryy Potter seri kelima. Sebagai salah satu fans ringan berat Harry Potter maka saya mencoba membuat review film ini.

More...

Pertama-tama, film ini rencananya dirilis di
Indonesia pada tanggal 13 Juli 2007. Tetapi tampaknya dimajukan menjadi
tanggal 11 berhubung peredaran film asing di Indonesia biasanya dimulai
pada hari Rabu atau Sabtu. Sedangkan film Indonesia bebas. Saya yang
sudah berencana nonton bersama milis
Harry Potter Indonesia pada tanggal 15 Juli bersikeras untuk nonton
pada hari pertama film ini dirilis. Jadilah saya nonton di theater
tercinta, Djakarta Theatre.

Merasa belum puas, saya nonton kembali di Blitz Megaplex bersama anggota milis Indo-Harry Potter. Dan saya puaasss!!! Hohoho…

Adegan dimulai di suatu taman di mana Harry diganggu
oleh sepupunya, Dursley. Tiba-tiba munculah mahluk penjaga Azkaban,
penjara dunia sihir, yang berusaha untuk menyedot jiwa Harry dan
sepupunya. Seperti yang diketahui, hal itu digagalkan oleh Harry
sendiri dengan sihir patronus. Setelah itu hal-hal rumit datang
bertubi-tubi, mulai dari difitnahnya Harry sebagai The Boy Who Lived Lies, sampai-sampai ia diberi hukuman karena dianggap berbohong.

D.A.

Karena ketatnya peraturan dari kementrian sihir yang
melarang murid-murid Hogwarts untuk belajar Defense Againts the Dark
Arts (Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam), kedua sahabat Harry, Ron dan
Hermione, mengajak Harry membentuk suatu grup untuk melatih kemampuan
sihir mereka, yaitu Dumbledore’s Army (D.A.). Kegiatan ini cukup
menyenangkan, sampai-sampai Harry… *tarik nafas* mencium Cho Chang!
Aarrrggghhhh…

Aaarrrggghhh!!!!!

Kemudian pada saat ujian OWL (Ordinary Wizarding Level),
si kembar Fred and George bikin rusuh sampai akhirnya ujian tersebut
batal. Tetapi tiba-tiba Harry mendapat penglihatan. Ia merasa Sirius,
Godfather-nya Harry, terancam. Dengan nekad ia pergi menuju London
bersama Ron, Hermione, Neville, Ginny dan Luna. Ternyata apa yang
dilihat Harry dalam penglihatannya, semua itu hanya jebakan. Dan
terjadilah perang seru antara penyihir hitam dan penyihir putih (sebut
saja putih karena aura mereka berwarna putih :P )

Seperti yang telah diketahui para pembaca novel,
Sirius Black mati oleh mantra laknat, Avadra Kedavra. Kemudian Harry
mengejar pembunuh Sirius, yaitu Bellatrix yang tak lain tak bukan
adalah sepupu Sirius. Dan terjadilah pertempuran antara Lord Voldemort
dan Albus Dumbledore.

Secara keseluruhan, film ini layak untuk ditonton,
terutama untuk penggemar Harry Potter seperti saya. Namun dari segi
cerita, bagi yang sudah membaca novel, kemungkinan akan kecewa karena
banyak adegan-adegan yang ditiadakan. Alur cerita cukup cepat, sehingga
tak terasa sudah sampai ke akhir cerita. Film ini cocok untuk ditonton
bersama keluarga, teman-teman atau bahkan pacar. Tapi adegan ciumannya itu kayaknya mesti dihapuskan deh huehehehehe

Dan entah kenapa gadis yang satu ini begitu menarik
perhatian di setiap kemunculannya. Bahkan teman saya yang bergender
pria, tertarik dengan gadis ini karena berakting begitu natural dan
lucu! Salut buat Evanna Lynch yang berhasil menyisihkan 15000 peserta
audisi dalam memperebutkan peran Luna Lovegood. Good Job!

Untuk semua para kru film Harry Potter dan para
pemain-pemainnya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
karena bisa merealisasikan film ini dengan cukup baik. Saya beri  \bigstar \bigstar \bigstar \bigstar \bigstar untuk film ini tentu saja karena saya adalah penggemar Harry Potter hohoho… Well done!!

Pokoknya ini film keren dah!

 

Premier film Harry Potter and the Order of the Phoenix di Inggris

Kiri-kanan: Rupert Grint - Daniel Radcliffe - Emma Watson

.

.

.

.

Dan ini foto saya dengan mantan saya :D

So sweeet!!!

Note:

Gambar diambil dari sini.

Y!M, Instant Messenger dan Status Invisible


Written on May 27, 2007 – 9:54 am | by chikastuff

Kenapa sih orang banyak yang memakai status ‘invisible’ ketika menyalakan messengernya? Bukannya itu berarti dia tidak mau chatting? Terus buat apa menyalakan messenger?

               

Perlu diketahui, messenger itu ada beraneka ragam. Sebutlah Yahoo! Messenger, yang merupakan salah satu media yang dipakai para blogger untuk berkomunikasi. Kemudian ada MSN Messenger, yang notabene dipakai oleh para pemilik account hotmail dan msn. Ada juga Meebo yang menyediakan macam-macam fasilitas messenger, Adiumx yang bagus digunakan oleh pemakai macintosh, dan masih banyak lagi. MIRC?? Entah kenapa udah ga jaman lagi hehehehe…  

                             

Beberapa orang tertentu gemar mensetting status ‘invisible to everyone’ ketika menyalakan messengernya. Tanya kenapa? Banyak sekali alasannya. Sebutlah dari yang paling simple sampai yang paling jayuz berat kenapa suka memasang status invisible to everyone.

  1. Menyalakan messenger hanya untuk mengecek email.
  2. Menyalakan messenger, namun sedang tidak mood untuk chatting.
  3. Settingan awal invisible to everyone, dan lupa ganti setting status setelah online.
  4. Temannya terlalu banyak, sehingga pusing kalau online dan harus melayani chatting dengan teman-teman tersebut secara bersamaan dan memutuskan untuk invisible to everyone aja.
  5. Hanya mau chatting dengan orang-orang tertentu (mensetting invisible to everyone, namun mensetting available ke teman-teman tertentu).
  6. Sedang menghadapi suatu kerjaan/tugas/skripsi, namun tak ingin ketinggalan berita, email masuk, atau pesan dari teman-teman.
  7. Bukan tipe yang suka chatting dan sebagainya. Pasang messenger hanya untuk ikut-ikutan saja.
  8. Hanya mau chatting dengan gebetan/ pacar/ suami/ istri/ selingkuhan/ cem-ceman dll *LOL*

            

Apakah anda sering berlaku seperti ini? Masuk kategori manakah anda? Kalau saya sih yang nomor 8 khekhekhekhekhe

Serius mode: ON 

Kalau boleh jujur, saya masuk ke tipe nomor 3. Serius!

Serius mode: OFF

Sama tipe yang nomor 4 khekhekhekhekhe *narsis*

.

.

Udah ah ngaco. Sekian!

Dear Diary: Konser Good Charlotte


Written on May 9, 2007 – 9:06 am | by chikastuff

Selasa, 24 April 2007, Good Charlotte, band asal Waldorf, Maryland, Amerika Serikat ini mengadakan konser dalam rangka konser promo album terbaru mereka Good Morning Revival, yang bertempatkan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan. Band yang terdiri dari Joel Madden (vokal), Benji Madden (gitar), Billy Martin (gitar) dan Paul Thomas (bass) telah tiba di Indonesia sejak hari Minggu (22/4/2007). Mereka sengaja datang lebih awal dari waktu penyelenggaraan konser untuk melihat-lihat kota Jakarta.

               

Sekali lagi, saya dipercayakan oleh majalah Kabari, tempat saya bekerja sebagai reporter sekaligus penulis, untuk meliput konser ini. Bersama 2 rekan saya, saya meliput ke Hotel Mulia, yaitu acara Press Conference pada hari Senin (23/04/2007) dan Tennis Indoor Senayan (24/04/2007), dimana konser Good Charlotte berlangsung.

            

“Kami sangat senang dapat berada di sini lagi. Apapun akan kami lakukan demi memuaskan penggemar,” itulah yang diucapkan Good Charlotte kepada Pers. Mereka berjanji akan tampil sebaik mungkin untuk fans mereka.

             

Konser yang semula dijadwalkan akan dimulai pukul 20:00, molor setengah jam akibat hujan deras yang membuat penonton datang terlambat. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat penonton. Ketika band yang ditunggu-tunggu mulai menampakkan diri, kontan seluruh penonton berteriak histeris.

          

    

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    

            

Sekitar 3000 penonton memadati Tennis Indoor Senayan. Good Charlotte langsung ‘menghajar’ konser dengan lagu pembuka yaitu Misery. Para penonton pun berguncang mengikuti irama. Dalam konser ini, sang vokalis, Joel, seringkali menyapa penggemar. “Terima Kasih” dan “Apa Kabar” meluncur dengan lancar dari mulutnya. Sontak semua penggemarnya -terutama wanita- berteriak histeris mendengar ucapannya.

               

Sampai di awal lagu keempat, Joel meneriakan “Ahha”, yang merupakan refrain dari single pertama di album terbaru mereka yang berjudul Keep Your Hands Of My Girl. Single ini merupakan favorit penonton. Terlihat penonton begitu antusias mengikuti lirik lagu dan bernyanyi bersama secara kompak.

And the record keeps playing,
The same old song,
The hipsters mean mugging on me all night long,
They say "Aha, ahha",
Keep your hands off my girl,
Keep your hands off my girl,
They say "Aha, ahha",
But the record keeps playing,
The same old song,
They say "Aha, ahha",
Keep your hands off my girl,
Keep your hands off my girl.

Berkali-kali Joel menyapa penggemar sehabis menyanyi. Bahkan Joel sempat turun dari panggung dan bernyanyi tepat di depan kerumunan penonton. Kesempatan ini tentu tidak dilewatkan oleh para fans Good Charlotte. Ratusan kamera memotret vokalis ganteng tersebut. Kapan lagi bisa memotret Joel menyanyi dari jarak yang dekat?

            

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

            

Good Charlotte memainkan hampir seluruh lagu dalam album terbarunya. Tak lupa lagu-lagu handal di album lamanya pun mereka mainkan, seperti Boys and Girl, Predictable dan I Just Wanna Live. “We Love Jakarta,” ungkap Joel. Konser ditutup dengan lagu Lifestyles Between of Rich and Famous. Benar-benar konser yang keren. Great concert, Good Charlotte!!

         

Berikut adalah wawancara pendek saya dengan salah satu personel Good Charlotte yaitu Billy Martin.

          

cK : Selain mengadakan konser, apa ada tujuan lain datang ke Indonesia?

Billy: Kami sangat senang melihat negara-negara baru dan mendapatkan sesuatu yang baru di negara tersebut. Biasanya kami berkeliling sebelum dan sesudah konser untuk melihat negara itu. Jadi selain mengadakan konser, kita akan berkeliling Indonesia. Kami selalu senang untuk berkunjung ke negara baru.

       

cK : Apa pendapat anda mengenai Indonesia, dan sejauh apa anda mengetahui Indonesia?Billy: Kita tak begitu tahu banyak tentang Indonesia. Begitu tiba di airport, kami melihat-lihat Indonesia sepanjang perjalanan ke hotel. Kami melihat hal-hal baru yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Seperti ketika pertama kali berkunjung ke negara baru, Indonesia terlihat baru buat kami dan negara ini benar-benar indah.

         

cK : Berapa lama proses mengerjakan album ini dan apa pengalaman yang menarik selama pembuatan album?

Billy: Dalam membuat album ini benar-benar memakan waktu lebih lama daripada album yang sebelumnya. Biasanya kita membuat langsung di studio. Di dalam album ini kita banyak menulis lagu-lagu sendiri. Setelah menulis lagu, kita beristirahat sebentar beberapa minggu, kemudian melanjutkan kembali menulis lagu. Proses rekamannya sendiri memakan waktu sekitar 2-3 bulan. Tapi bisa dibilang album ini memakan waktu 1 tahun lamanya.

         

Wah…kali ini saya benar-benar wawancara langsung lho (face-to-face). Tapi sayangnya nggak sempet foto bareng *hiks*

      

Thanx a bunch to Mas Adrie Subono, Mas Bayan, Mbak Melanie Subono and Mbak Nova from Jawa Musikindo.

         

Maaf postingannya telat banget. Soalnya lagi superduper sibuk + baru  sembuh dari sakit nih…Terima Kasih sudah membaca postingan ini…

Susahnya Mengucapkan Kata-kata


Written on April 26, 2007 – 9:20 am | by chikastuff

Pernah kamu berpikir kata-kata apa yang paling sulit diucapkan oleh orang-orang? Bukan pernyataan cinta atau isi hati, melainkan kata Terima Kasih dan Maaf. Entah kenapa kalau diperhatikan, kebanyakan orang rada gengsi untuk minta maaf maupun mengucapkan terima kasih. Memang kalau kita pergi ke supermarket, restaurant, ataupun tempat yang ada SPG/SPB-nya pasti ucapan itu bertebaran dimana-mana. “Terima Kasih sudah mampir”, “Arigato Gozaimashu”, “Thanks for coming”, dan lain-lain memang sering kita dengar. Bisa dibilang mereka mengucapkan terima kasih dikarenakan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka selalu tersenyum dan mengatakan “terima kasih”. Tetapi bagaimana dengan kehidupan sehari-hari?

      

Baru-baru ini saya pergi bersama beberapa teman-teman. Ketika sedang jalan-jalan nggak jelas, tiba-tiba ada tukang bakso. Teman saya yang sedang lapar tiba-tiba mengajak makan bakso. Karena saya kurang suka bakso, jadi saya nggak ikut makan. Namun saya mengamati bagaimana teman-teman saya membeli bakso.

      

Teman 1(A): “Bang, baksonya berapa?”

Tukang Bakso (TB): “1 porsi lima ribu, neng.”

A  : “Beli satu porsi bang. Ga pake daun bawang ya. Sama ga pake mecin.”

TB: “Iya, neng.”

Temen 2 (B): “Saya juga bang. 1 porsi. Ga pedes.”

TB: “Iya,neng.”

Sambil melihat cara pembuatannya, si A merokok dengan nikmatnya. Kemudian ketika melihat TB memasukan daun bawang ke makanannya, A setengah berteriak;

A  : “Bang!! Kok pakai daun bawang sih? Khan saya bilang JANGAN pakai daun bawang. Gimana sih??!!!”

TB: “Maaf, neng. Maaf…”

A  : “Pokoknya saya ga mau. Buat lagi, bang!”

TB: “Si eneng yang ini mau ga?” (bertanya ke B)

B  : “Ya sudah deh bang, buat saya saja.”

TB: (Sambil tertunduk, memberikan baksonya kepada B)

A  : “Cepetan ya bang, saya sudah laper!”

TB: “Iya neng.”

Setelah beberapa menit, selesailah bakso yang diracik untuk A.

TB: “Nih neng.”

A  : (Mengambil bakso tanpa mengucapkan apa-apa + wajah bersungut-sungut)

Setelah selesai makan akhirnya keduanya pun membayar.

A  : “Nih bang, goceng!”

B  : (ikut memberikan uang tanpa mengucapkan apa-apa)

Dan keduanya pun ngeloyor pergi bersama saya. Karena berasa ada yang janggal, saya mencoba bertanya ke keduanya;

cK: “Kok pada ga bilang makasih? Khan kasian si Abang udah bikinin makanan.”

A  : “Ga penting ah.”

B  : (hanya terdiam)

Kalau dilihat dari percakapan diatas, jadi terlihat kalau mengucapkan terima kasih itu rasanya sulit sekali. Yah…walaupun si Abang bakso sudah berbuat salah, dia khan sudah minta maaf. Lagipula si Abang juga sudah memberikan apa yang diminta. Walaupun kita yang membayar, sudah sepatutnya si Abang menerima ucapan terima kasih donk. Namun entah kenapa, rasanya banyak yang merasa enggan mengucapkan terima kasih maupun minta maaf. Padahal dua kata itu dapat membuat orang lain merasa dihargai. Begitu pula kalau berbuat salah. Kebanyakan orang yang berbuat salah berusaha mencari alasan lain sehingga tidak perlu meminta maaf.

      

Satu hal yang ingin saya katakan, minta maaf itu bukan berarti kalah. Itu adalah persepsi yang salah. Begitu pula dengan terima kasih. Apa sih sulitnya berterima kasih kepada tukang bajaj yang kita naiki? Apa sulitnya berterima kasih kepada tukang mie tek-tek? Apa sulitnya berterima kasih kepada Kasir yang memberikan kembalian uang? Bukan berarti karena kita yang memberikan uang, kita yang berhak menerima ucapan terima kasih. Kita juga harus mengucapkan terima kasih karena ini adalah simbiosis mutualisme dimana keduanya saling mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, budidayakan pengucapan terima kasih dan jangan malu untuk meminta maaf.

       

Maaf kalau ada perkataan yang tidak berkenan di hati dan terima kasih mau membaca coretan iseng curhatan ini.

      

Sekian.

Apa arti dari sebuah virginitas


Written on April 13, 2007 – 6:54 am | by chikastuff

Virgin atau perawan, merupakan kata yang agak tabu untuk dipertanyakan. Dalam kamus Oxford, virgin: (noun) person, esp. A girl or woman, who has not had sexual intercourse; (adj) pure and untouched. Intinya virgin itu perawan, belum pernah diperawanin disentuh atau dijamah. Di zaman yang seperti ini, amatlah langka untuk menemukan sebuah virginitas, terutama pada kaum wanita. “Masa sih?” Itu pertanyaan yang sering dilontarkan apabila gue membicarakan hal ini. Tentu saja gue menulis ini karena dengan bangga gue mengakui, gue masih virgin. Seperti yang diucapkan Biyan dalam film Virgin karya Hanny R. Saputra. Bisa dilihat akhir-akhir ini sedang maraknya perkawinan. Perkawinan yang begitu terburu-buru yang mengundang kecurigaan orang disekitar. Kenapa begitu? Karena akhir-akhir ini banyaknya kaum muda-mudi yang MBA. Bukan gelar master dalam bidang bisnis, tapi Married By Accident atau nikah karena ‘kecelakaan’. Apakah yang menyebabkan itu? Tentu saja awalnya karena napsong™ semata. Bisa aja dengan awal pergi dugem. Lalu dengan setengah mabuk, check-in di kamar hotel atau pergi ke parkiran dan melakukan ‘itu’. Simple as a piece of cake. Atau dengan kebiasaan orang barat yang menular ke Indonesia yaitu one night stand. Seperti peribahasa noda setitik rusak susu sebelanga. Hanya karena satu malam, rusak masa depan seseorang. Tidakkah mereka berpikir, melakukan hal ‘itu’ sama saja melanggar aturan agama? Bukannya gue mau sok religius, tapi sekali-sekali lihatlah ajaran agama. Jangan karena terbawa suasana, pergaulan dll sehingga mengikuti hal-hal yang sebenarnya merupakan larangan dalam agama.

          

Dalam komik-komik jepang gue banyak melihat anak-anak smu di sana amatlah malu apabila mengakui belum pernah melakukan ‘apa-apa’. Bahkan terkadang mereka dicela oleh teman-temannya apabila masih virgin. Begitu pula dengan kaum Adam. Bagi mereka, melepaskan keperjakaan adalah sesuatu yang membanggakan. Benarkah itu?? Mungkin itu hanyalah cerita semata. Tapi hal ini terjadi di kehidupan nyata hampir di seluruh dunia!!

      

Bagaimana caranya mematahkan pemikiran tersebut? Banyak-banyaklah membaca terutama buku berbau religi, berpikir positif dan harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Jangan suka ngayal bokep jorok karena bisa meningkatkan gairah sex. Kurangin juga baca buku dan nonton bokep yang dapat mengundang napsong™. Memang agak susah untuk menjalankannya, tapi gue benar-benar menghimbau terutama pada kaum wanita, tolong jaga diri kalian. Alangkah baiknya apabila keperawanan diberikan hanya untuk suami, bukan untuk orang yang baru kenal, pacar, hts atau ttm. Buat yang sekedar ingin coba bagaimana rasanya ‘ML’, lebih baik langsung nikah aja deh kalo emang udah kebelet pipis. “Emang nikah ga pake duit??” Yah…daripada bikin dosa dan nanti ngebayarnya di neraka akherat?! Karena kalau gue lihat, beberapa pasangan yang MBA biasanya setelah anaknya lahir, mereka memutuskan untuk bercerai. Karena mereka belum siap untuk melangsungkan hidup tersebut. Bagaimana dengan sang anak?? Hal ini merupakan trauma bagi mereka, dan tentu saja, trauma itu akan terus berlanjut hingga ke anak cucu dan cicitnya. Gue ga mau hal seperti itu terus terjadi. Ada orang bijak ngomong ke gue, wanita itu bak sebuah gelas. Apabila gelas itu pecah, maka tak bisa diperbaiki lagi. Oleh karena itu, gelas tersebut harus dijaga dengan hati-hati. Sama seperti virginitas, harus dijaga sampai waktunya tiba.

Berkendaraan Bikin Emosi


Written on March 31, 2007 – 9:00 am | by chikastuff

Berkendaraan itu (baik menggunakan mobil, motor, bajaj, taksi, sampai sepeda) bisa membuat emosi naik turun. Dari yang adem ayem, bisa tiba-tiba panic! at the disco panik, kaget seketika, atau malah marah-marah nggak karuan. Gue akan memberikan contoh. Suatu hari gue sedang bersepeda menuju kantor (gue ke kantor menggunakan sepeda karena jarak dari rumah ke kantor cukup dekat). Ketika sedang ber-lalalala menggunakan sepeda tiba-tiba dari belakang ada yang mengklakson, kemudian nyaris menyerempet gue dengan kecepatan yang lumayan kencang. Karena kaget otomatis gue banting stir stang sepeda dan ban-nya nyaris nyungsep terkena lumpur yang dimana gue sedang menghindari lumpur ini (Keadaan jalan habis hujan, jadi becek dimana-mana). Nyaris nyemplung ke kubangan lumpur bikin gue naik darah. Mana itu orang ngebut lagi. Padahal jalanan nggak layak buat ngebut karena banyak orang dan anak-anak seliweran. Otomatis gue mulai memaki-maki “Woi…nglaksonnya biasa aja donk. Pake ngebut lagi. Hormatin dikit kek orang pake sepeda. Dasar nggak tau diri!!!” sambil berusaha mengejar, tapi nggak kesampean. Wong kecepatannya sekitar 50km/jam, sedangkan sepeda kalo ngebut pun paling cuma 30km/jam.

               

Akhirnya gue urungkan niat gue untuk mengejar karena gue dihadapkan dengan perempatan jalan yang cukup ramai. Setelah sampai di kantor, mulailah gue mengeong mencuap-cuap menceritakan tentang kejadian tadi. Memang kalau mengendarai sesuatu (walaupun itu sepeda) bisa memancing emosi. Tentu anda yang menyetir mobil atau mengendarai motor pasti juga sering memaki mengumpat seperti itu. Wajar aja sih, asal bisa tahan diri, jangan sampai keluar kata-kata anjing doggy, monyet monkey, tai kotoran, dan masih banyak lagi yang tak perlu gue sebutkan satu-satu. Bukannya apa-apa, gue aja cuma mengumpat dengan kata-kata ini “Woi…nglaksonnya biasa aja donk. Pake ngebut lagi. Hormatin dikit kek orang pake sepeda. Dasar nggak tau diri!!!,” langsung ada yang nanggepin “buset, si mbak galak bener”. Mendengar itu gue merenung sejenak, emang gue galak ya?? :-S Hmmm…. *mulai ngelantur tulisannya*

            

Contoh lain ada juga ketika gue pulang dari kantor dianterin teman gue. Tiba-tiba mobil di belakang nglakson-nglakson karena mobil yang gue tumpangi berjalan agak lambat. Teman gue yang awalnya adem ayem tiba-tiba buka jendela dan mengacungkan jari tengahnya. Wakss….jadi kayak nonton film barat yang anak-anak mudanya doyan berantem dan mengacungkan jari-jari tengahnya sampe jari bawah lainnya. Belum lagi ketika naik bus/mikrolet/metromini/bajaj, kadang para sopir suka nggak tau sadar diri kalau mereka ngebut-ngebutan bisa membahayakan jiwa para penumpang. Apalagi kalau balap-balapan ngumpulin penumpang yang kadang pakai emosi dengan teriak-teriak dan mengucapkan sumpah pocong serapah.

                

Kenapa ya kalau nyetir bikin emosi??  Males jawab ahh..

             

Sekian…

Long Distance Relationship, apakah bisa berhasil?


Written on March 27, 2007 – 10:34 am | by chikastuff

Awalnya topik ini sudah diminta oleh teman gue. Dia pernah berhubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR), namun berakhir kandas. Karena tak tahan tidak dapat bertemu muka, ngobrol bareng, jalan bareng, hingga u-know-laah (uupss… jangan negative thinking yaa…) yaitu tidak dapat melakukan kegiatan-kegiatan orang pacaran, akhirnya mereka sepakat putus. Karena itu gue mencoba membahas tentang LDR.

         

Beberapa teman gue yang lain ada yang sukses melakukan LDR. Bahkan berencana melanjutkan ke jenjang pernikahan *semoga*. Apa sih yang bikin LDR itu tidak berhasil??

            

Pertama. Kepercayaan. Itu adalah faktor yang paling penting dalam LDR. Karena tanpa itu, tidak dapat membangun hubungan lebih jauh. Banyak orang yang LDR putus di tengah jalan karena mereka saling tidak percaya dengan pasangannya masing-masing. Jadi, kalau belum ada rasa saling percaya, jangan LDR deh. Nanti sia-sia aja.

            

Kedua. Kejujuran. Apabila pasangan ada di kota lain, negeri seberang maupun di belahan dunia lain, sebagai pacar harus tetap memberi kejujuran. Contohlah teman gue si N. Cowoknya ada di kota lain dan dia sudah LDR selama 5 tahun. Dia tetap memberikan kejujuran ke cowoknya. Misalnya kalau ada teman kantor yang mengajak jalan (lawan jenis), dia selalu memberitahukan cowoknya dan meminta ijin. Walaupun jalan dengan cowok lain, namun N ini telah mendapat ijin dari sang pacar. Jadi hal ini tidak termasuk hitungan selingkuh. Kejujuran ini nih yang jarang ditemukan pada pasangan LDR.

                  

Ketiga. Kesetiaan. Nah…ini nih faktor yang menyebabkan putus-nyambungnya dalam hubungan LDR. Kira-kira mampu nggak kalian menjaga hubungan dan tetap setia walaupun doi ada di luar sana?? Sebagai manusia, apabila doi jauh, pasti kita berasa kesepian, butuh seseorang untuk disisi kita dan lain-lain. Boleh-boleh aja sih mencari teman sebanyak mungkin. TAPI harus tetap setia, dan tentu saja harus didukung dengan kepercayaan dan kejujuran. Jangan sampai saling curiga satu sama lain. ‘Jangan-jangan doi di luar sana selingkuh’, ‘jangan-jangan nanti dia bosen sama aku’, ‘jangan-jangan blablablabla…’ dan masih banyak rentetan pertanyaan bagi para pasangan penganut LDR.

             

Faktor-faktor lainnya yang dapat membuat hancurnya LDR antara lain adalah:

1.    Cemburu. Punya pacar cemburu bisa membuat kita berasa terikat walaupun jauh dari doi. Contohnya, seorang cewek lagi mau nonton sama teman-teman. Tiba-tiba doinya sms:

Cowo (Co): ‘Lagi dimana sayang?’

Cewe (Ce): ‘Lagi di bioskop yank. Mau nonton sama teman-teman’

Co: ‘Siapa aja’

Ce: ‘Banyak deh. Perlu disebutin satu-satu?’

Co: ‘Iya. Ada cowoknya ga?’

Ce: ‘Ada lha. Wong sama teman-teman kantor’

Co: ‘Aduh..kamu ngga usah nonton deh. Apalagi kalau ada cowoknya. Nanti kamu malah mupeng khan ga ada aku disisi kamu. Filmnya film apa? Bukan film cinta2an khan? Nontonnya sama adik atau kakak kamu aja deh.’

Ce: ‘Beib, udh dulu ya, aku mau nonton. Protesnya nanti aja. Aku mau matiin henpon, filmnya udh mau dimulai. Bye hun’

(Contoh diatas adalah orang yang tingkat cemburunya masih sekitar 50%)

Wah…ribet ya. Itulah kalau punya doi cemburuan. Jadi si pacar juga gerah. Buat yang punya pacar begini, bisa-bisa memperpendek umur hubungan lho. Kalau bisa, banyak-banyak berdoa supaya dijauhkan dari rasa cemburu. Apa anda termasuk orang cemburuan?

            

2. Nafsunya tinggi. Punya pacaran yang napsong™ dan doyan bokep juga bisa bikin hubungan LDR gagal. Karena kalau nggak ketemu pacarnya beberapa bulan, nggak meluk, cium, atau dan lainnya, wah…bisa-bisa dia cari cowok/cewek lain untuk memuaskan nafsunya. Kalau yang ini gue nggak tau solusinya. Ada yang bisa bantu?

            

Dari semua faktor-faktor yang disebutkan diatas, LDR bisa terus dijalani asal keduanya berhati tegar, didukung dengan rasa kepercayaan yang tinggi dan rasa kasih sayang yang kuat. Semua itu bisa membuka jalan untuk suksesnya LDR hingga ke jenjang yang lebh tinggi. Buat yang merasa sedang LDR atau bahkan ada yang sukses sampai ke pelaminan, coba bagi-bagi donk ceritanya…

Skizofrenia, penyakit spliting personality


Written on March 26, 2007 – 9:05 am | by chikastuff

Baru-baru ini gue bertemu dengan seorang anak lelaki yang diperkirakan mengidap penyakit skizofrenia. Dia seringkali bercerita sebuah fakta dengan versi yang berbeda-beda, suka memutarbalikkan fakta dan kadang malah mem-bullsh*t sana sini demi mendapatkan simpatik orang-orang. Apa sih penyakit skizofrenia itu??

               

Skizofrenia merupakan sekelompok gangguan psikotik, dengan gangguan dasar pada kepribadian, distorsi khas pada proses pikir. Kadang-kadang berasa bahwa dirinya sedang dikendalikan oleh kekuatan dari luar. Penyakit ini timbul akibat ketidakseimbangan pada salah satu sel kimia dalam otak. Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinan (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

               

Pernah nonton film trilogy Lord of the Rings?? Tahu Gollum alias Smeagol?? Yah…kira-kira skizofrenia seperti itulah. Kayak berkepribadian ganda, tapi lebih parah. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater atau psikolog.

         

Kalau pada remaja, perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan dan biasanya menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren (duh..bahasanya).

         

Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Namun ada salah satu penderita skizofrenia yang bisa sembuh dan tetap berprestasi, yaitu John Nash, yang kemudian kisahnya diangkat menjadi sebuah film dan memenangkan piala Oscar yaitu A Beautiful Mind. Berasa kenal orang dengan tipe seperti ini? Cepat laporkan ke dokter setempat!

                  

Note: Thanks to wikipedia and other sources

Balik sama mantan, bisa ga?


Written on March 21, 2007 – 9:35 pm | by chikastuff

Mmm….entah kenapa akhir-akhir ini tulisan gue menjurus ke hubungan manusia. FYI aja, bisa dibilang akhir-akhir ini tulisan gue merupakan request dari teman-teman gue yang merasa pengalaman hidupnya bisa untuk dibahas di blog. Jadi jangan heran kalau banyak mengangkat ke hubungan antar manusia. Anyway…dalam tulisan yang satu ini gue membahas mengenai apakah bisa kembali berhubungan dengan mantan pacar?

          

Kebanyakan orang apabila mengakhiri hubungan biasanya dikarenakan suatu alasan yaitu telah terjadi perselingkuhan, bertengkar karena suatu masalah, merasa sudah tidak ada kecocokan satu sama lain, perbedaan prinsip ataupun karena ditentang orang tua dan masih banyak lagi. Namun pembahasan gue persempit menjadi 5 kasus saja. Tapi yang menjadi pertanyaan, bisa ga sih balik lagi sama mantan? Itu tergantung dari kedua orang tersebut. Apakah mereka masih saling sayang satu sama lain? Apakah mereka mau saling memperbaiki diri atas kekurangan-kekurangan yang menyebabkan mereka putus? Apakah mereka mau menerima kembali satu sama lain? Dan masih banyak ‘apakah’ yang lain. Semua itu tergantung dari pribadi masing-masing. Terkadang ada orang yang putus secara tidak baik akibat perselingkuhan. Untuk kasus tersebut, rasanya agak sulit untuk membangun hubungan lagi. Biasanya salah satu pihak merasa sakit hati dan tidak ingin menjalin kembali hubungan dengan orang itu. Dan banyak sekali yang setelah putus, tidak melakukan komunikasi sama sekali. Bahkan mencoret mantannya tersebut dari daftar orang yang pernah hadir dalam hidupnya. Hal itu disebabkan karena pihak ini sudah sangat sakit hati terhadap mantannya itu.

      

Untuk yang putusnya karena suatu pertengkaran, setelah suasananya ‘adem’, biasanya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan kembali. Bisa dibilang untuk yang putusnya karena bertengkar, kemungkinan besar bisa pacaran lagi. Kecuali yang pertengkarannya memang sudah ga bisa ditolerir lagi. Misalnya sampai pukul-pukulan, tonjok-tonjokan dan lain-lain. Yang ini mah pacarnya ke laut aja deh :P

         

Buat yang putus karena merasa sudah tidak ada kecocokan satu sama lain atau perbedaan prinsip, ini agak berat juga. Tidak ada kecocokan tidak hanya diartikan mereka hobinya tidak sama, sifatnya tidak sama atau keinginannya tidak sama. Namun bisa juga diartikan sebagai tidak cocok karena sudah tidak saling menyayangi, dalam arti sama-sama kehilangan rasa atas pasangannya itu. Biasanya terjadi apabila terlalu lama berpacaran. Dan biasanya perasaan itu rentan untuk muncul ketika masa pacaran memasuki tahun kelima. So…beware to y’all guys who have relationship above 5 years.

            

Nah…kalo pacaran berbeda prinsip biasanya diikuti oleh larangan dari orang tua. Sehingga mereka memutuskan untuk putus satu sama lain. Dan biasanya sih putusnya baik-baik. Dalam kasus ini rujuk kembali dengan mantan rasanya bisa-bisa saja. Tapi tergantung dengan kedua orang tersebut apakah mereka bisa mengatasi perbedaan prinsip tersebut. Dan apakah bisa membuktikan ke orang tua kalau mereka pantas untuk bersanding satu sama lain? Semua itu hanya mereka yang bisa menjawab. Gimana D ? Coba kasih komen deh tulisan yang satu ini ahahahahaha…

Kuliner: Brownies Kukus Amanda


Written on March 20, 2007 – 5:16 am | by chikastuff

Ini adalah tulisan pertama gue tentang makanan. Kebetulan nih di tempat kerja, gue ditugaskan untuk melakukan wisata kuliner yang kemudian akan dibahas di majalah tempat gue bernaung. Karena itu sambil menyelam minum air. Sembari bekerja, nyoba makanan dan jalan-jalan, gue memutuskan untuk membuat tulisan tentang makanan di blog gue ini. Makanan yang akan gue bahas adalah brownies kukus Amanda. Sebelumnya mari kita bahas dulu tentang pengertian brownies itu sendiri.

            

Brownies asal mulanya adalah kue coklat yang biasanya dipanggang bantet sehingga menghasilkan tekstur yang agak keras. Nikmat dimakan untuk menemani minum kopi dan teh. Namun brownies yang akan dibahas ini adalah brownies kukus. Brownies kukus tidak begitu beda dengan kue bolu biasa. Namun bedanya brownies panggang adalah tekstur brownies kukus yang lembut sehingga terasa meleleh begitu sampai di mulut. Bagian tengah kue ini diolesi oleh coklat meleleh yang membuat konsumen tertarik untuk membelinya. Sekali gigitan, terasa kelezatan coklat yang begitu legit di dalam mulut.

             

Brownies kukus bisa disebut pendatang baru dalam jajanan kota Bandung. Namun pendatang baru ini melejit menjadi salah satu jajanan favorit kota yang selalu ramai di akhir pekan. Anak Mantu Damai, begitulah singkatan dari Amanda, toko brownies kukus yang laris manis. Setelah berjalan satu tahun, Amanda terus mengembangkan usahanya sampai memiliki beberapa toko, yaitu toko utama di Jalan Rancabolang No 29, Margahayu Raya, cabang I di Jalan Lodaya No. 8, Cabang II di Jalan Purwakarta, dan Cabang III di Jalan Dr Otten. Toko brownies Amanda buka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18:00. Namun, biasanya persediaan kue habis sebelum waktu tutup toko. Benar-benar luar biasa. Terlihat antrian yang panjang di gerai-gerai resmi Amanda.

               

Awalnya brownies kukus ini merupakan ciptaan Nyonya Sumiwiludjeng yang kemudian dipromosikan melalui mulut ke mulut hingga meluas seperti sekarang. Brownies Amanda semula menjual brownies original yaitu brownies coklat. Kini brownies kukus Amanda mempunya rasa baru yaitu dengan topping Tiramisu, Blueberry, Cheese Cream, dan Chocolate Marble. Keempat-empatnya mempunyai keunggulan masing-masing.

            

Harga brownies kukus ini relatif terjangkau. Mulai dari brownies original hingga brownies dengan berbagai topping, harganya berkisar Rp 19.500 sampai dengan Rp 29.500. Amanda begitu fenomenal, sampai banyak gerai tak resmi di pinggir-pinggir jalan bak penjual rokok. Di jalan Cihampelas, hampir setiap 500 meter selalu ada calo-calo penjual brownies Amanda. Namun harga yang ditawarkan cukup tinggi. Harga brownies yang semula Rp 19.500, dapat dijual kembali oleh calo-calo kue seharga Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Wow…bisa dihitung berapa keuntungan calo-calo tersebut dalam menjual tiap brownies!

            

Dalam sehari, satu gerai mampu menjual sekitar 1000-1300 loyang. Kebanyakan pelanggan yang datang pun membeli brownies sebagai oleh-oleh dari Bandung. Sayangnya belum ada minat membuka cabang di Jakarta. Oleh karena itu, apabila ingin mencoba brownies kukus Amanda ini, singgahlah ke Bandung dan jangan lupa membeli brownies kukus Amanda sebagai oleh-oleh. Buat yang ingin mengirimkan brownies kukus Amanda buat penulis blog, yuk mari…penulis menerima dengan senang hati hehehe…

          

*note: (Beberapa paragraf disadur dari tulisan yang gue buat sendiri. Bisa ditemui di majalah gratisan KABARI Magazine. Sayangnya di Indonesia sendiri majalah ini cuma dibagikan sekitar 500 eksemplar. Majalah ini khusus untuk diterbitkan di San Francisco)